Yenni Salfianis

Lahir di Koto Baru kec.x koto tanggal 23 Januari 1962. Mulai bertugas menjadi guru sejak tahun 1981 sampai sekarang. Saat ini bertugas di Sdn 05 Baringin ...

Selengkapnya

Cerpen

Harspan Yang Selalu Ada Pagi ini Selasa 3April 2018, aku dan suami ku akan kembali berangkat menuju kita Padang, tepatnya ke rumah sakit M. Djamil Padang untuk mengantar anakku Rahman ceck rutin kesehatan nya. Sudah 2 tahun anakku menderita leukimia. Segala macam ikhtiar berobat sudah kami lakukan. Obat dokter dan obat herbal sebagai alternatif lain sudah kami jalankan, namun penyakit Rahman belum sembuh total. Sampai hari ini dua tahun sudah telinganya tidak mendengar lagi suara- suara ini, karena penyakit itu telah merusak pendengaran nya. Pagi1pagi sekali sekitar pukul 04:10 aku mandi, kemudian bergantian dengan suami dan anakku. Selesai mandi aku dengar suara azan Subuh. Aku, suami ku dan Rahman melaksanakan shalat Subuh bersama. Biasanya kami shalat fi masjid atau musholla yang ada di perjalanan, tapi kali ini kami shalat hanya di rumah saja. Kami sudah terlambat untuk mempersiapkan diri. Selesai shalat, kami langsung pergi menuju kota Padang, semoga saja jalan tidak macet dan dapat segera sampai di tempat tujuan dengan selamat. Sebelum berangkat kami belum sempat sarapan pagi. Sekitar pukul 06:45 kami sampai di daerah Kandang Empat, disana kami biasanya sarapan pagi. Kami berhenti dan sarapan di kedai yang ada di sana. Rahman makan soto dan minum tek telur hangat. Itulah makanan pavoritnya kalau sarapan di luar rumah. Selesai sarapan, kami melanjutkan perjalanan. Kadang-kadang aku tertidur, kebiasaan ku kalau naik kendaraan, suka tertidur dalam perjalanan. Sekitar pukul 08:00 kami sampai di rumah sakit M. Djamil Padang, aku turun di gerbang poliklinik dengan Rahman, sementara suamiku pergi memarkirkan mobil ke tempat parkir yang agak jauh dari poliklinik karena yang dekat poli sudah penuh. Ya,Allah, Ya, Rabbi, sembuhkan lah segala penyakit anak ku, klg ku, sanak saudara ku dan orang-orang yang sedang menderita penyakit apapun, yang ringan ataupun yang berat. Berikan kemudahan dan kesembuhan serta ketabahan bagi kami dan mereka semua dalam menjalankan segala ketentuan yang telah Engkau tetapkan. Aamiin ya rabbil'alamin. Begitulah selalu doa yang ku ucapkan semoga diijabah Allah SWT. Sampai di ruang tunggu, Rahman ku lihat menuju kursi yang dibelakangnya ada lobang listrik untuk mencas hp nya. Kemarin aku mengingatkan anakku Rahman agar menjaga kesehatan matanya agar tidak terlalu lama memandang hp tersbut. Namun anakku menjawab bahwa dia tidak lama memakai hp,tapi yang kenyataan setiap hari aku melihat anakku tak lepas dari hp, bahkan pada malam hari sekalipun. Aku sangat merisaukan ini. Semoga dia memahami nasehat ku ini Aku tuliskan nasehatku itu dan ku kirim lewat WA ke anakku Rahman. Dia menjawab dan mengiyakan nasehatku ku itu. Aku hanya bisa berbicara panjang lebar kepada Rahman dengan bahasa tulisan karena telinganya tidak mendengar sama sekalim Nomor antrian Rahman untuk konsultasi dengan dokter sudah tiba. Kami dipanggil dan duduk berhadapan di ruang poliklinik. Dokter menanyakan keluhan Rahman, dokter memeriksa hasil labor ceck darahnya, dan kata dokter saat ini darahnya bagus, leukosit, trombosit bagus. Aku menanyakan masalah telinga Rahman, dokter mengatakan dan menyarankan untuk konsultasi ke dokter THT. Kami sudah mendaftar untuk konsultasi hari ini. Dokter THT praktenya mulai pukul 19:00 sore nanti. Perjalanan dari Padang ke Bukittinggi sekitar 3 jam.Jadi kami memutuskan setelah obat didapat akan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, yaitu ke rumah sakit Sitawa Sidingin. Katena Rahman sudah beberapa kali diperiksa di sana. Jadi biar hasil pemeriksaan berkelanjutan maka kami akan tetap saja konsultasi ke sana. Suami ku menunggu antrian obat, sedangkan Rahman meminta aku untuk mengantarnya makan sate. Kedai sate ada di depan rumah sakit. Aku dan Rahman menuju kedai itu. Rahman memakan sate pesanannya. Setelah selesai aku dan Rahman menunggu di mobil. Cuaca terasa panas, keringat mengalir di tubuh kami. Gerah sekali rasanya.Sesampainya di mobil, Rahman menghidupkan mesin mobil lalu menghidupkan AC. Barulah terasa sejuk. Rshman membuka hp lagi. Entah apa yang sedang dibacanya aku tidsk tahu Ku dengar teriakkan tukang parkir, dia bertanya apakah kami akan keluar, aku menjawab belum mau keluar. Setelah itu dia pergi. Sekitar pukul 10:43 suamiku sudah sampai pula di mobil, dia sudah mendapatkan obatnya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Bukittinggi.

Pukul 12:49 aku sampai di daerah Kayu Tanam, kami shalat zuhur di musholla INS Kayu Tanam. Setelah itu perjalanan di lanjutkan ke Bukittinggi. Sampai di daerah Aie Angek aku mampir dulu membeli bunga untuk ditanam di sekolah. Ada bunga yang cantik sekali ku lihat, tapi tidak dijual oleh penjual bunga itu, sebab sudah ada yang membeli katanya, aku memilih bunga yang lain, akhirnya ku beli bunha anyelir yang perawatan nya tidak terlalu sulit. Kemudian perjalan dilanjutkan ke Bukittinggi. Setelah memasuki kota Bukittinggi, ksmi shalat ashar dulu, setelah itu mencari tempat makan, selesai makan baru kami menuju rumah sakit Si tawa Si dingin. Setelah mendaftar, kami menunggu dokter prakteknya datang. Sekitar hampir pujul setengah tujuh barulah tiba panggilan untu masuk ruang praktek dokter THT, lalu anakku diperiksa dan diberi resep obat. Setelah obat ditebus, aku dan suamiku berangkat pulang. Diperjalanan kami mampir dulu untuk shalat magrib, setelah selesai shalat magrib kami melanjutkan perjalanan pulang. Ku lihat suami ku mengantuk. Sebentar-sebentar dia menguap dan mobil pun kadang-kadang jalan nya tidak stabil. Aku menyarankan agar berhenti istirahat dulu. Setelah ada tempat istirahat didapat kami berhenti dan tidur dulu. Satu jam kemudian aku terbangun dan membangunkan suamiku. Krmudian kami melanjutkan perjalanan pulang. Hampir pukul 12 kami sampai di rumah dan langsung tidur lagi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali